Sabtu, 18 April 2015

ADAB KETIKA BERSIN DAN MENGUAP



Agama islam merupakan agama yang sempurna yang tidak hanya mengurusi masalah negara, akidah dan ibadah saja namun juga hal-hal kecil seperti menguap dan bersinpun ada tuntunan dan adap-adabnya.
DI ANTARA ADAB KETIKA MENGUAP YAITU:
1.     Anjuran untuk Menolak menguap
Hal ini sebagaimana dalam hadis yang telah kita sajikan di atas bahwa menguap adalah dari setan, maka itu kita dianjurkan untuk menolaknya semaksimal mungkin.
Pada redaksi yang lain riwayat Muslim Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
التَّثَاؤُبُ مِنْ الشَّيْطَانِ فَإِذَا تَثَاءَبَ أَحَدُكُمْ فَلْيَكْظِمْ مَا اسْتَطَاعَ
Menguap itu dari setan, maka bila seorang dari kalian menguap hendaklah ia berusaha menolaknya semaksimal mungkin. (HR. Muslim)
Imam an-Nawawi rahimahullah berkata di dalam Syarah Sahih Muslim: “Menguap itu umumnya dibarengi dengan rasa berat, lemas dan penuh di tubuh serta lebih condong kepada sifat malas. Menguap disandarkan kepada setan sebab dia-lah yang mengajak kepada nafsu syahwat. (Hadis di atas) sebagai peringatan untuk menjauhi sebab-sebab yang dapat menimbulkan menguap, yaitu makan terlalu banyak atau berlebih-lebihan.”
Menguap Ketika Salat
Demikian pula bila dirasa menguap tersebut akan datang kepada seorang yang sedang mengerjakan ibadah salat, maka hendaknya ia lebih ekstra lagi dalam menolaknya. Sebab kondisi salat lebih utama untuk dijaga dari pada kondisi-kondisi lainnya.
Dalam hal ini Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan:
إِذَا تَثَاوَبَ أَحَدُكُمْ فِي الصَّلاَةِ فَلْيَكْظِمْ مَا اسْتَطَاعَ فَإِنَّ الشَّيْطَانَ يَدْخُلُ
Bila seorang dari kalian menguap dalam salat, maka hendaklah ia menahannya semaksimal mungkin, sebab setan bisa masuk. (HR. Muslim)
Setan akan masuk? Hal ini bukan hal aneh bagi mukmin yang beriman, sebab setan benar-benar bisa masuk ke tubuh manusia. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
إِنَّ الشَّيْطَانَ يَجْرِيْ مِنَ اْلإِنْسَانِ مَجْرَى الدَّمِ
Sesungguhnya setan bisa berjalan pada (tubuh) manusia seperti mengalirnya darah. (HR. al-Bukhari dan Muslim)
2.     Menutup mulut dengan tangan
Menutup mulut dengan tangan merupakan salah satu adab ketika menguap. Adapun di antara faedahnya: pertama: agar tidak terlihat pemandangan yang kurang sedap dari mulut orang yang menguap, kedua: agar setan tidak menertawakannya.
Dalam sebuah hadis riwayat Muslim, no. 2995 Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersaba:
فَإِذَا تَثَاءَبَ أَحَدُكُمْ فَلْيُمْسِكْ بِيَدِهِ عَلَى فِيْهِ، فَإِنَّ الشَّيْطَانَ يَدْخُلُ
Bila seorang dari kalian menguap, hendaklah ia menutup mulutnya dengan tangan, sebab setan bisa masuk. (HR. Muslim)
3.     Tidak mengucapkan ‘Haaah’ , ‘Huuaaah’ atau semacamnya
Hal ini sebagaimana telah dijelaskan pada hadits di atas. Alasannya adalah, suara seperti ini dapat membuat setan tertawa. Ia menertawakan orang yang menguap dengan cara seperti ini. Sudikah anda ditertawakan oleh setan? Tentu saja kita tidak ingin membuat setan tertawa lantaran merasa senang, girang dan menang.
4.     Tidak mengangkat suara ketika menguap
Mengangkat suara ketika menguap termasuk adab yang tidak baik, tidak enak didengar dan dapat membuat orang lari menjauh.
Sebagian orang terkadang sengaja mengangkat suara ketika menguap untuk membuat orang tertawa, dan dia bangga melakukannya. Ketahuilah! Itu bukan adab yang baik. Justru sebaliknya setan yang akan menertawakannya. Maka itu, hendaklah ia meninggalkan menguap dengan cara seperti ini.

Adapau mengenai bersin, bersin adalah suatu perbuatan yang disukai Allah. Kebaklikan dari perbuatan menguap yaitu perbuatan yang benci oleh Allah. Apabila seseorang itu bersin, maka dengan itu hendaklah dia memanjatkan pujian kepada Allah, dan kepada saudaranya yang mendengar saudaranya yang bersin itu, maka hendaklah dia mendoakannya.


Daripada Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda,

إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْعُطَاسَ وَيَكْرَهُ التَّثَاؤُبَ فَإِذَا عَطَسَ فَحَمِدَ اللَّهَ فَحَقٌّ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ سَمِعَهُ أَنْ يُشَمِّتَهُ وَأَمَّا التَّثَاؤُبُ فَإِنَّمَا هُوَ مِنْ الشَّيْطَانِ فَلْيَرُدَّهُ مَا اسْتَطَاعَ فَإِذَا قَالَ هَا ضَحِكَ مِنْهُ الشَّيْطَانُ

“Sesungguhnya Allah menyukai bersin, dan membenci menguap. Maka apabila seseorang itu bersin, maka pujilah Allah (dengan mengucapkan “
الْحَمْدُ لِلَّهِ”). Manakala bagi setiap Muslim yang mendengar saudaranya bersin adalah menjadi tanggungjawabnya untuk mendoakannya (mendoakan saudaranya yang bersin) iaitu dengan menyebut “يَرْحَمُكَ اللهُ” (semoga Allah memberi rahmat kepadanya). Manakala menguap, ia adalah dari Syaitan. Maka apabila seseorang daripada kamu menguap, tahanlah ia dengan sedaya upaya mungkin kerana sesungguhnya apabila seseorang itu menguap sambil berbunyi “Haaa” maka Syaitan akan mentertawakannya.” (Hadis Riwayat al-Bukhari, Kitab al-Adab, 19/223, no. 5755)

Jumat, 17 April 2015

Cara Menjawab Ketika Mendengar Adzan



Adzan  merupakan panggilan atau seruan yang biasa didengar oleh setiap muslim yang ingin melakukan Shalat, Adzan merupakan salah satu syiar agama Islam yang paling agung, yang berfungsi memberitahukan datangnya waktu shalat wajib. Rasulullah saw telah menjelaskan keutamaan kehebatan adzan ” Para Muadzin adalah orang-orang yang terpanjang lehernya pada Hari Kiamat ” (HR Muslim no 387, diriwayatkan dari Muawiyah ra)

Ketika mendengar adzan dan iqomat mungkin masih ada sebagian dari kita yang tidak memperhatikan dan atau mendengarkan sambil berlalu lalang seolah - olah adzan adalah hanya sebatas rutinitas panggilan biasa saja, atau mungkin karena memang tidak dan atau belum mengetahui apa yang harus dibaca ketika mendengar panggilan adzan. Hal ini wajar ketika kita tidak pernah mendengar atau diberitahu tentang keutamaan dari pada menjawab seruan adzan itu sendiri.

Berikut cara menjawab Adzan secara lengkapnya :

Lafadz
الله اكبر الله اكبر  maka menjawabnya "Allahu Akbar,Allahu Akbar"

Lafadz اشهد ان لااله الا الله  menjawabnya "Asyhadu An Laa Ilaaha Illallaah"

Lafadz
اشهد ان محمدارسول الله  menjawabnya "Asyhadu Anna Muhammadar Rasuulullah"

Lafadz
حي علي الصلاة  menjawabnya "La hawla walaa quwwata illaa billahi l-'Aliyyi l-Azhiim" 

Lafadz حي علي الفلاح menjawabnya "La hawla walaa quwwata illaa billahi l-'Aliyyi l-Azhiim"

Lafadz
الله اكبر الله اكبر menjawabnya "Allahu Akbar,Allahu Akbar"

Lafadz
لا اله الا الله menjawabnya "Laa Ilaaha Illallaah"
Pada saat Adzan subuh terdapat Lafadz الصلاة خير من النوم maka menjawabnya "Shadaqta Wa Bararta Wa Anaa 'Alaa Dzaalika Minasy-Syaahidin"

Minggu, 05 April 2015

Doa Orang Sakit Yang Tidak Ada Lagi Harapan Untuk Hidup Terus



اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِيْ وَارْحَمْنِيْ وَأَلْحِقْنِيْ بِالرَّفِيْقِ اْلأَعْلَى.
 “Ya Allah, ampunilah dosaku, be-rilah rahmat kepadaku dan pertemukan aku dengan Kekasih Yang Maha Tinggi.”
Nabi Muhammad (Shallahu ‘alaihi Wasallam) memasukkan kedua ta-ngannya ke dalam air, lalu diusapkan ke wajahnya dan beliau bersabda:
لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ إِنَّ لِلْمَوْتِ لَسَكَرَاتٍ.
“Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, sesungguhnya mati itu mempunyai sekarat.”
لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ، لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ، لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ.
 “Tiada Tuhan yang berhak disem-bah selain Allah, Allah Maha Besar. Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagiNya, tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, bagiNya keraja-an dan bagiNya pujian. Tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah. Tidak ada daya dan kekuatan, kecuali dengan pertolongan Allah.”

Kamis, 02 April 2015

Doa Mohon Lekas Sembuh



"Allahumma robban naasi adzhibil ba’sa isyfi antasy syaafii laa syifaa’a illaa syifaa’uka syiaa’an la yughaadiru saqaman."
Artinya Ya Allah, Tuhan manusia, hilangkanlah dan berikanlah kesembuhan. Engkau Maha Penyembuh, tiada kesembuhan kecuali kesembuhan dari-Mu yaitu kesembuhan yang tidak meninggalkan penderitaan.” (HR. Bukhari dan Muslim)